24 December 2009

Don’t Judge a Book by It's Cover.

Pepatah yang satu ini sudah sangat populer di telinga kita, jangan mengadili buku hanya dari sampulnya, demikian kurang lebih terjemahan bebasnya. Namun benarkah apa yang disampaikan pepatah tersebut? Kita tidak akan pernah tahu sebelum melihat kenyataanya secara lebih dalam dan objektif.

Jangan menilai seseorang atau sesuatu hanya dari tampilan luarnya saja, begitulah jika kita terjemahkan kedalam bahasa yang sebenarnya. Hampir semua orang, mulai dari kelompok terpelajar hingga kelompok terbelakang akan setuju dengan nasehat bijak tersebut. Karena mereka memang telah melihat bagaimana hal-hal yang nampak baik luarnya, ternyata buruk di dalamnya (begitu pula sebaliknya). Seperti kasus yang sedang hangat diberitakan belakangan ini, "perang dingin” antar penegak hukum di Negeri kita ini.

Kita tinggalkan saja pembicaraan tentang para petingi yang sedang unjuk kekuatan itu. Akan jauh lebih baik jika kita membahas tentang kelemahan diri kita sendiri agar bisa kita rubah mejadi kebaikan. Seandainya orang-orang "melihat tampilan luar" anda sebagai seorang yang buruk bahkan bejat, apakah yang akan anda lakukan? Marah dan menghujat balik kepada orang-orang itu? Membunuh mereka yang berani berkata seperti itu? Ataukah sabar menerima dan tenggelam dalam kesedihan lalu mengasingkan diri dan mati dalam kesepian anda? Terlepas dari diri anda, seperti yang telah dikatakan banyak orang, tidak ada seorang pun di dunia ini yang suka dihujat dan diejek. Tapi begitulah, orang-orang akan selalu berbicara tentang kita. Jika anda marah, anda salah, karena dengan begitu berarti anda sedang menutup rapat telinga anda dari kritik yang pasti baik untuk kemajuan anda dimasa mendatang. Jika anda bersedih dan larut dalam "pengasingan" maka anda juga salah, karena yang terbaik adalah mendegarkan kritikan mereka, melakukan introspeksi dan berubah!

Jika saat ini anda seorang yang dianggap sangat buruk dan gagal oleh orang-orang, jangan pernah putus asa. Karena fakta telah mengajarkan kita bahwa orang-orang dengan latar belakang yang buruk telah mampu bertransformasi mejadi orang-orang penting dan sukses di dunia ini. Masih tidak percaya? Kalau saya ceritakan bukti dengan catatan pribadi saya, tentu anda tidak akan yakin. Kalau catatan perjalanan pak RT di tempat saya tinggal yang saya ajukan, pasti anda juga masih akan menolak. Karena itu saya akan suguhkan sedikit catatan tentang 2 orang pemimpin besar dunia. Semoga anda pernah mendengar nama Franklin Delano Rossevelt dan Winston Churcill. Jika anda ragu dengan track record mereka, carilah referensi di om google :) Jika anda sudah tahu tentang sejarah kesuksesan mereka, saya akan sedikit menambahkan tentang masa lalu mereka berdua yang "kata orang" dinilai sebagai sosok yang gagal.

FD Rossevelt, adalah tokoh yang sering disebut suka berhubungan dengan politisi jahat dan suka takhayul astronomi. Dia memiliki 2 istri muda, suka melewatkan hari bersama rokok setiap menit dan 10 botol martini setiap hari. Sedangkan sosok kedua, Winston Churchill, dia tercatat pernah 2 kali dipecat, kebiasaanya adalah bangun sore-sore. Dia juga pernah tercatat sebagai pengguna narkoba, dan senang menghabiskan wisky tiap sore. “Kata orang" masa lalu mereka begitu kelam dan tidak patut untuk diteladani, namun pada akhirnya mereka telah berhasil menjadi tokoh yang disanjung dan dipuja karena kecemerlangan mereka.

Dari catatan singkat tentang mereka, kita dapat mengambil hikmah dari beberapa sudut pandang. Yang pertama sebagai ”orang lain”, seperti judul diatas, kita tidak boleh mengadili sesorang hanya dari tampilan luar dan masa lalunya. Sudah seharusnya kita memberi ruang kepada mereka untuk menunjukkan ”kelas” mereka sebagai orang-orang hebat. Yang kedua sebagai diri kita sendiri, tak sepantasnya kita mengadili diri kita sendiri berdasarkan kondisi masa lalu dan masa kini. Kita hanya harus membiarkan diri kita terus berkembang dan berubah kearah yang lebih baik! Tidak peduli seburuk apapun orang mengatakan tentang kita, karena jauh di dalam diri kita tersimpan potensi yang luar biasa.

That’s why, saya ingin mengajak kepada semua temen-temen pecinta Djarum Black, jangan menghakimi orang lain dan karyanya hanya dari tampilan luarnya saja. Jika anda mengikuti Djarum Black Blog Competition ini, jangan menghakimi blog orang lain hanya dari desain blognya saja. Jika anda peserta autoblackthrough, jangan menilai mobil orang lain jelek secara fisik saja, pun jika anda seorang innovator yang meramaikan ajang Blackinnovationawards jangan mengatakan temuan orang lain itu masih jauh dibawah standar, karena setiap temuan adalah hasil dari perjalanan ide yang panjang dan sangat berarti bagi pemiliknya. Dari semua hal diatas, bukankah lebih baik kita mencari persahabatan? Dengan saling memuji atas prestasi teman-teman kita, serta saling mengingatkan dan melengkapi atas kekurangan-kekurangan kita.


Komentar :

ada 17 komentar ke “Don’t Judge a Book by It's Cover.”
Newsoul said...
pada hari 

Siip, setuju. Kita tidak bisa menilai sesuatu hanya dari kulit luar saja. Perlu pendalaman, dan pemahaman lebih jauh. Apa kabar sobat ?

narti said...
pada hari 

aku suka kata-kata yang dipakai...
nulis lagi ya...

yanuar catur rastafara said...
pada hari 

satu kata dengan mbak new soul
setujuhhhh bos,,
aku telah menjadi korbannya
hehehe

sda said...
pada hari 

iya memang tidak bisa menilai seseorang dari luarnya saja.
sukses ya!

phonank said...
pada hari 

Semua orang pantas menunjukkan kelebihan apa yang mereka miliki. Namu kurangnya kesempata itulah yang terjadi.

Jadi jangan pernah memandang sebelah mata pada tiap2 orang,,
nice post...

^_^

Jimox said...
pada hari 

@newsoul : kabar baik mbak....
@narti : makasih ya mbak.. yap, selalu pengen belajar mbak, hehe...
@yanuar : iya sob, penampilanmu kan "regge" abis. hehe...
@sda : suskes juga buat anda mbak...
@phonank : jempol deh buat kamu :)

Wulan Merindu said...
pada hari 

Dan pepatahpun mengatakan : Jangan dilihat hanya kulitnya saja, maknai jg isi dr kulit tsb. Tapi satu poin yang harus kamu tau mox... kadang kritik itu penting, agar kamu lebih maju lagi dan buktikan kamu mampu berkarya sebaik mungkin. Jangan patah semangat karena cemooh, biarlah anjing menggonggong asal khafilah tetap berlalu. Itu aja...

laurentina said...
pada hari 

Menurut saya, kalau posisi kita adalah sebagai buku yang dihakimi yang jelek-jelek dari sampulnya, sebaiknya kita menangkisnya dengan kampanye positif yang mengekspos kelebihan kita. Itu cara efektif untuk membangun citra diri kita yang lebih baik.

Rival Aditya said...
pada hari 

wah klau aq mah stuju bgt sob.... lanjutkan

Rizky2009 said...
pada hari 

iya sob jangan kita menilai sesuatu hanya dari luarnya saja,d balik sisi jelek sesuatu pasti ada sisi baiknya juga, tapi kebanyakan orang hanya menilai sesuatu dari sebatas apa yang ia lihat

Itik Bali said...
pada hari 

Seperti kata pepatah.
don't judge the books by it's koper
jangan melihat orang dari kopernya

@_T!ka said...
pada hari 

Setuju2!
Di sekitar saya banyak orang yang mungkin kalau dilihat dari luar biasa saja. Tapi sesungguhnya punya kemampuan yang luar biasa. Saya salut dengan orang yang seperti itu. Sederhana! =D

♥ria♥ said...
pada hari 

Aku setuju banget ma kamu
Sekarang banyak orang suka melihat sesuatu dari luarnya
tanpa pernah mau tahu isi di dalamnya ckckckck

ichaelmago said...
pada hari 

setujuuuu :D
pelajari dulu, teliti dulu, baru bisa menilai!

Willyo Alsyah P. Isman said...
pada hari 

kesucian hati...sering kali di salah artikan
Tulus nya hati...tak terlihat sebab pandangan orang tertuju pada apa yang membungkusnya

ryva said...
pada hari 

setuju banget sob, jangan menilai hanya dari luar dan kegagalan bukan sebuah akhir tapi awal dari kesuksesan

Reni said...
pada hari 

Setuju banget dg tulisanmu, jangan menilai dari penampilan luarnya saja.
Sedang ikut kompetisi ya? Semoga berhasil ya..?

Ohya, tak lupa selamat tahun baru 2010.. semoga segalanya akan lebih mudah dan indah di tahun ini.
Amin

Post a Comment

 

© 2009 Jimox Blog. Powered by Blogger.

Fresh Template Edited By Jimox